Makna lagu Letto Sebelum Cahaya

Diposting oleh Salga Saputra pada 18:48, 23-Jul-16



Bismillahi rahmani rahim

Setelah vakum beberapa tahun menulis makna lirik lagu, kali ini saya kembali menulis makna lagu Letto.

Syair, lagu, puisi, bahkan Al Quran, ketika mendengar atau membacanya, setiap manusia punya interpretasinya sendiri. Tiap manusia memaknai sesuatu berdasarkan keadaan hatinya dan kedalaman pengetahuannya. Jadi bukanlah hal yang salah jika lagu yang kita dengar beberapa tahun lalu dengan segala tafsiran kita terhadapnya menjadi sangat berbeda jika kita dengarkan saat ini.

Mas Noe sendiri memberikan kebebasan kepada para pendengarnya untuk menginterpretasi lirik lirik lagu yang ia tulis. Namun pada kesempatan kali ini saya tidak memaknai lagu Sebelum Cahaya berdasarkan interpretasi pribadiku saja seperti makna lirik lagu lain yang sebelumnya saya tulis, tapi pemaknaan lagu ini juga berdasarkan apa yang dipaparkan oleh Noe di Kenduri Cinta.

Sebelum kita kupas maknanya, berikut ini saya lampirkan lirik lengkapnya:

SEBELUM CAHAYA

Ku teringat hati
Yang bertabur mimpi
Kemana kau pergi cinta
Perjalanan sunyi
Yang kau tempuh sendiri
Kuatkanlah hati cinta

Ingatkah engkau kepada
Embun pagi bersahaja
Yang menemanimu sebelum cahaya
Ingatkah engkau kepada
Angin yang berhembus mesra
Yang kan membelaimu cinta

Kekuatan hati yang berpegang janji
Genggamlah tanganku cinta
Ku tak akan pergi meninggalkanmu sendiri
Temani hatimu cinta

Lirik ini bercerita tentang Nabi Muhammad S.A.W yang merasa galau karena tidak mendapatkan wahyu selama tiga bulan. Saat itu ia merasa seakan tak dipedulikan oleh Tuhannya. Namun bukan nabi Muhammad saja, tapi setiap manusia pernah merasakan perasaan yang sama, perasaan saat Tuhan terasa sangat jauh, perasaan Tuhan seakan meninggalkan kita.

Jadi anda bisa membayangkan dalam lagu ini Tuhan menyapa anda secara subjektiv, ia ingin mengingatkan kita bahwa ia tidak pernah jauh, ia tidak pernah pergi.

"Kuteringat hati yang bertabur mimpi" (di lirik pertama ini,Tuhan seakan menyapa kepada nabi, kepada manusia yang terlahir ke dunia memilik cita-cita, memiliki mimpi, memiliki tujuan yang ingin dicapai)

"Kemana kau pergi cinta" (lirik ini menggambarkan pertanyaan Rasulullah terhadap Tuhan. Kemana kau pergi ya Allah. Karena pada saat itu ia merasa kehilangan jalan dan tak tahu harus kemana.)

"Perjalanan sunyi yang kau tempuh sendiri" (meski kita memiliki seorang kekasih atau istri sekalipun, meski kita memiliki keluarga dan sahabat sahabat yang mencintai kita, namun pada hakekatnya perjalanan yang kita tempuh adalah sendiri. Setiap manusia itu sendiri dengan dirinya sendiri, dan perjalanan yang ia lakukan sebenarnya sunyi. Apa yang menemaninya hanyalah pengetahuan dirinya, dan asumsinya tentang Tuhannya)

"Kuatkanlah hati cinta"(pada lirik ini Tuhan seakan ingin menguatkan hambanya, menguatkan nabinya. Dalam kehidupan ini manusia harus sabar, harus tegar menghadapi setiap pergantian musim untuk bisa lulus dalam ujian cinta darinya)

"Ingatkah engkau kepada embun pagi bersahaja yang menemanimu sebelum cahaya, ingatkah engkau kapada angin yang berhembus mesra yang kan membelaimu cinta" (Tuhan yang maha halus terkadang menyentuh hati kita saat kita menafakuri alam semesta, saat kita menghayati kejadian kita, bahkan pada peristiwa sederhana sekalipun seperti pada embun pagi yang bersahaja, pada angin yang berhembus mesra.Tuhan senantiasa hadir menyentuh kita dalam setiap kejadian baik suka maupun duka, namun mata hati kita yang buta tak dapat menyadari akan belaiannya yang indah itu.

Jadi arti sebenarnya SEBELUM CAHAYA adalah bagaimana Tuhan itu memastikan bahwa Aku sama kamu itu setiap saat bersamamu dalam keadaan apa pun. Kalau kamu merasa Aku meninggalkanmu, itu karena kau yang tidak mau membuka matamu, kamu yang tidak mau membuka telingamu, kamu yang tidak merasakan hatimu yang bergetar ketika berdekatan denganKu.

Jadi sebelum cahaya adalah manusia yang hidup di lingkup cahaya, namun belum membuka mata hatinya untuk melihat cahaya yang memendar dari di dirinya.

Ok sobat cukup itu saja yang saya tulis kali ini, saya rasa ini sudah cukup panjang. Jika ada kesempatan yang lain, mungkin saya akan menulis lagi makna lagu lagu yang lainnya.

Sekian
Assalamualaikum

Salga Saputra
Penyaguan, 23 Juli 2016

PMII, lagu Letto, dan Aku

Diposting oleh Salga Saputra pada 21:16, 22-Jul-16

ThumbnailBismillahi rahmano rahim "Apakah itu kamu, apakah itu dia, selama ini kucari tanpa henti?" Penggalan lirik di atas adalah penggalan dari lagu Letto yang berjudul Lubang Hati. Pertama kali mendengar lagu tersebut adalah saat ada acara harlah PMII Bone. Saat itu lagu Letto tersebut dipilih oleh sahabat senior sebagai lagu latar untuk sandiwara yang akan ditampilkan oleh sahabat-sahabat PMII STKIP Muhammadiyah Bone.... [Baca selengkapnya]

Apa Yang Kusesalkan

Diposting oleh Salga Saputra pada 07:08, 15-Mar-16

ThumbnailAku terus bernyanyi meski tak kau dengar Aku terus berlari meski tak kau kejar Apa lagi yang bisa kuharapkan? Darimu yang tersisa hanyalah kenangan Kau tau apa yang kusesalkan dari perpisahan ini? Yang kusesalkan adalah jemari ini tak lagi dapat menyisir lembut rambutmu. Kau tau apa yang kusedihkan dari keterpiasahan ini? Yang kusedihkan adalah tangan ini tak lagi mampu menyeka air matamu. Bahagialah di sana! Sebab bersamaku pun tak... [Baca selengkapnya]

DI PERSIMPANGAN JALAN ITU

Diposting oleh Salga Saputra pada 06:56, 15-Mar-16



DI PERSIMPANGAN JALAN ITU

Di persimpangan jalan itu
kita tak sengaja bertemu
aku menatap matamu itu
kau tersenyum lalu tertunduk malu

Di persimpangan jalan itu
lidahku sepenuhnya kelu
meski ada segumpal rindu
namun bicara seakan tabu

Persimpangan jalan itu
kini hanya jadi saksi masa lalu
meski semua telah berlalu
namun senyummu akan kukenang selalu

Salga Saputra
Penyaguan, 13 April 2015

Kau Pernah

Diposting oleh Salga Saputra pada 06:50, 15-Mar-16

ThumbnailKau Pernah Kau pernah memberi sedikit jeda di dalam hidupku, hingga tak semua waktuku berlalu begitu saja. Kau pernah mewarnai senja dengan jinggamu, hingga tak semua hariku dipenuhi kesuraman. Kau pernah menabur gula pada kopi yang kuminum, hingga apa yang kurasa tak sepenuhnya pahit. Kau pernah menjadi purnama di ufuk hatiku, hingga malam yang kulalui tak sepenuhnya gelap. Kau pernah bernyanyi di sela petikan gitarku,... [Baca selengkapnya]

CARAKU MENGENANGMU

Diposting oleh Salga Saputra pada 22:50, 14-Mar-16



Sebelum rasaku ini benar-benar punah, biarkan kutulis ulang tentang wajahmu yang teduh itu.

Sebelum hasratku ini benar-benar pudar, izinkan kutulis ulang tentang sikapmu yang manja itu.

Menulis, beginilah caraku mengenangmu, menjagamu agar tetap hidup dalam ingatanku.

Salga Saputra
Penyaguan,24 Juli 2015

Menarilah Bersamaku

Diposting oleh Salga Saputra pada 22:39, 14-Mar-16



MENARI

Menarilah bersamaku di tepi jurang kematian!
Lalu kita akan menertawakan segala rasa sakit, dan juga mimpi-mimpi bodoh umat manusia.

Menyanyilah bersamaku dalam tiap keping getir kehidupan.
Lalu kita akan tersenyum, manakala Izrail datang dengan sayap terbentang.


Salga Saputra
Penyaguan, 7 Agustus 2015